March 24, 2016

Kesalahan yang Dilakukan Taksi Konvensional Dalam Menyikapi Keberadaan Taksi Online

Posted By: Wahyu Utama - Thursday, March 24, 2016

Share

& Comment


Terutama Spot – Selasa (22/3/2016) terjadi demo secara besar-besaran yang dilakukan oleh para pengemudi taksi konvensional. Aksi demo tesebut mereka lakukan agar pemerintah melakukan pemblokiran terhadap aplikasi taksi online karena dinilai ilegal dan mengurangi pendapatan mereka sehari-hari. Demo berlangsung di depan kantor Kemenkominfo dan di kawasan DPR, Senayan.
Unjuk rasa yang diharapkan berlangsung tertib diwarnai dengan aksi anarkis. Dimana para sopir-sopir yang berdemo memaksa para pengemudi taksi lain yang tidak berdemo untuk ikut berdemo dan menurunkan penumpang yang ada di tengan jalan. Tidak hanya itu saja, bentrok pun terjadi antara pengemudi taksi konvensional dengan pengendara gojek yang diakibatkan karena pengendara gojek tidak terima ada salah satu rekan mereka yang dipukul dengan bambu oleh pengemudi taksi konvensional.

Melihat peristiwa ini ada beberapa hal yang dianggap merupakan kesalahan yang dilakukan pihak pengemudi taksi konvensional, berikut uraian lengkapnya.

Taksi Konvensional Berdemo Bukan Berbenah

Para pengemudi taksi konvensional berdemo kepada pemerintah karena menilai pihak taksi online merugikan mereka dari sisi pendapatan. Hal ini terjadi karena para konsumen lebih memilih menggunakan layanan taksi online dibandingkan dengan taksi konvensional. Dalam hal ini mereka tidak sadar dan berfikir mangapa para konsumen lebih memilih menggunakan taksi online dibandingkan dengan jasa taksi konvensional. Para konsumen menggunakan layanan taksi online karena adanya efisien waktu dan biaya yang mereka dapatkan.

Dengan memahami penyebab dari berpindahnya konsumen ke taksi online seharusnya taksi konvensional berbenah dan melakukan perbaikan layanan bukan malah berdemo dan menuntut. Tingkatkan kecepatan saat konsumen memesan, jangan sampai mereka menunggu terlalu lama. Tekan semua biaya menjadi seminimal mungkin agar ongkos taksi menjadi lebih kompetitif dan mampu bersaing.

Iklim bisnis memang dituntut melakukan inovasi dan perbaikan layanan. Hal ini karena bisnis sangat erat hubungannya dengan konsumen. Apabila konsumen merasa taksi konvensional memberikan layanan yang baik maka mereka akan dengan sendirinya menggunakan layanan taksi konvensional.

Taksi Konvensional Tidak Ingin Bersaing

Persaingan dalam dunia bisnis merupakan hal yang sangat wajar dan memang pasti terjadi. Dengan persaingan para pengemudi taksi dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para konsumen agar mereka tetap menggunakan layanan dari mereka. Konsumen yang diberikan pelayanan dengan baik akan sangat kecil kemungkinannya beralih menggunakan layanan yang lain. Apabila mereka setia menggunakan layanan taksi konvensional karena adanya pelayanan yang baik tentu hal ini akan berimbas pada naiknya pendapatan mereka.

Dengan melakukan demo dan menuntut pemblokiran terhadap taksi online. Jelas terlihat bahwa taksi konvensional tidak ingin bersaing dan mengambil jalan cepat dengan menuntut agar pemerintah segera memblokir layanan taksi online. Sikap manja yang hanya ingin menuntut tanpa melakukan perbaikan bukanlah sikap seorang pemenang.

Dari kejadian ini bukan hanya dari pihak taksi konvensional saja yang perlu melakukan perbaikan. Namun semua pihak yang melakukan bisnis yang sangat erat hubungannya dengan konsumen. Inovasi dan peningkatan layanan sangat berpengaruh besar terhadap pindah atau tidaknya seorang konsumen ke layanan yang lain.

About Wahyu Utama

Techism is an online Publication that complies Bizarre, Odd, Strange, Out of box facts about the stuff going around in the world which you may find hard to believe and understand. The Main Purpose of this site is to bring reality with a taste of entertainment

0 komentar:

Copyright © TERUTAMA ™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.