March 3, 2016

Pelajaran dari Kasus Ivan Haz, Anak Mantan Wapres yang Menganiaya Pembantu

Posted By: Wahyu Utama - Thursday, March 03, 2016

Share

& Comment

Pelajaran dari Kasus Ivan Haz, Anak Mantan Wapres yang Menganiaya Pembantu
Ivan Haz

Ivan Haz merupakan seorang anggota DPR RI dari partai PPP dan juga anak dari mantan wapres RI Hamzah Haz. Ivan Haz ditahan oleh pihak Polda Metro Jaya atas tuduhan penganiayaan terhadap pembantu.

Kasus ini membuat banyak masyarakat tekejut. Bagaimana bisa seorang wakil rakyat yang mengemban tugas mewakili suara rakyat di DPR melakukan tindakan yang sangat tidak terpuji. Ditambah lagi Ivan Haz merupakan anak dari mantan wapres yang sangat disegani Hamzah Haz.

Melihat kasus ini membuat kita harus dapat memetik beberapa pelajaran didalamnya, agar jangan sampai kita melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti diatas. Berikut pelajaran yang dapat kita ambil dari kasus penganiayaan pembantu oleh Ivan Haz.

Mengendalikan Emosi

Pelajaran dari Kasus Ivan Haz, Anak Mantan Wapres yang Menganiaya Pembantu

Emosi yang tidak terkendali akan membuat kita melakukan tindakan yang merusak. Amarah yang meledak-ledak jika tidak mampu dikendalikan akan merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

Disaat kita emosi atau marah tenangkan diri terlebih dahulu, diam sejenak sampai dirasa perasaan telah kembali stabil. Apabila kita tidak berusaha menenangkan diri disaat marah, maka akan berujung pada tindakan yang agresif. Mulai dari memecahkan benda disekitar, mengeluarkan kata-kata kotor yang mengumpat hingga menyerang orang lain dan dalam kasus ini melakukan penganiayaan.

Saling Menghormati
Pelajaran dari Kasus Ivan Haz, Anak Mantan Wapres yang Menganiaya Pembantu

Dengan menganggap diri lebih tinggi dari orang lain kita akan sulit untuk menghormati keberadaan orang lain disekitar. Menganggap diri sebagai anggota DPR RI yang terhormat dan duduk dikursi yang nyaman serta dilain pihak menganggap pembantu hanya orang yang bekerja kepada dirinya dan berada diposisi lebih rendah dibawahnya membuat dia merasa tidak perlu menghormati seorang pembantu.

Dengan pemikiran seperti diatas membuat orang akan berbuat sewenang-wenang terhadap pembantu dan berhak melakukan apa saja terhadap mereka. Hal ini merupakan pemikiran yang salah. Manusia memiliki derajat yang sama dan berhak untuk mendapat perlakuan yang sama dan manusiawi bukan dianiaya dan diperlakukan sewenang-wenang.

Tahu Batas Wajar
Disaat kita memperkerjakan orang lain, pasti terdapat gesekan didalamnya. Mulai dari ketidaksesuaian antara keinginan kita dengan apa yang mereka kerjakan sampai kepada sifat yang memang tidak cocok satu sama lain.

Dalam hal ini sangatlah wajar jika kita marah yang tujuannya tidak lain untuk memperbaiki kinerja mereka kedepan. Namun marah pun memiliki batas wajar, bukan berarti fisik ikut ambil bagian disaat kita marah. Dengan komunikasi dua arah yang baik setiap masalah dapat terselesaikan dengan baik dan tidak sampai bermain fisik dengan melakukan penganiayaan.


Kasus Ivan Haz sangat mencoreng namanya sebagai anggota dewan yang terhormat. Tindakan yang dilakukannya sangat tidak dapat dibenarkan dari sisi manapun. Semoga dengan adanya kasus ini dapat membuat kita lebih bijak lagi dalam mengendalikan emosi dan amarah dan tidak ada lagi Ivan Haz lainnya yang menganiaya pembantunya sendiri.

About Wahyu Utama

Techism is an online Publication that complies Bizarre, Odd, Strange, Out of box facts about the stuff going around in the world which you may find hard to believe and understand. The Main Purpose of this site is to bring reality with a taste of entertainment

0 komentar:

Copyright © TERUTAMA ™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.