April 27, 2016

Fakta John Ridsdel, Korban Penculikan yang Di eksekusi Kelompok Abu Sayyaf

Posted By: Wahyu Utama - Wednesday, April 27, 2016

Share

& Comment

Terutama Spot – Kelompok Abu Sayyaf mulai menunjukkan kepada publik bahwa ancaman mereka yang akan mengeksekusi korban penyanderaan benar-benar dilakukan. John Ridsdel menjadi korban kekejaman kelompok Abu Sayyaf, dia dipenggal oleh kelompok Abu Sayyaf karena tuntutan mereka berupa uang tebusan tidak dikabulkan oleh pemerintah Kanada. Hal ini ditambah dengan otoritas Kanada yang enggan melakukan negosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf saat menjelang tenggat waktu yang diberikan.

Kematian John Ridsdel mengundang banyak pertanyaan masyarakat untuk mengatahui lebih dalam tentang dirinya. Berikut ini merupakan fakta dari John Ridsdel, korban penculikan yang dieksekusi kelompok Abu Sayyaf.
Fakta John Ridsdel, Korban Penculikan yang Di eksekusi Kelompok Abu Sayyaf
Sumber Gambar cbc.ca

Kronologi Penculikan John Ridsdel 

John Ridsdel diculik oleh kelompok Abu Sayyaf saat sedang berlibur di sebuah resort wisata di Pulau Samal pada tanggal 21 September 2015. John Ridsdel diculik beserta dengan warga Kanada Robert Hall, warga Filipina Marites Flor, dan warga Norwegia Kjartan Sekkingstad.

John Ridsdel Sempat Membuat Postingan Blog

Fakta John Ridsdel, Korban Penculikan yang Di eksekusi Kelompok Abu Sayyaf
Sumber Gambar theodysseyonline.com

 

John Ridsdel sempat membuat sebuah posting pada blog tentang liburannya di Filipina. Dia menuliskan bahwa dia akan menjelajahi satu dari objek wisata diving dan pesiar terbaik di dunia. Lokasi postingan tersebut berada pada Pulau Samal, Filipina.

Berkeinginan Ke Indonesia

John Ridsdel pun menambahkan didalam postingannya tersebut bahwa ia akan melanjutkan wisatanya ke Indonesia setelah dari Filipina. Dimana ia berkata ”Setelah itu, kami akan ke Indonesia tahun depan”. Impian John Ridsdel untuk berkunjung ke Indonesia tidak dapat terwujud karena kelompok Abu Sayyaf telah lebih dulu menculik dan mengeksekusi beliau.

Sebuah Renungan

Terjadinya peristiwa diatas memberikan banyak pelajaran berarti bagi kita semua. Dimana segala rencana yang telah kita persiapkan sebelumnya belum tentu dapat berjalan lancar karena adanya kemungkinan musibah yang menimpa kita. 

Satu hal lagi yang perlu disorot
adalah tentang kepedulian pihak otoritas Kanada kepada warga negaranya. Bagaimana mungkin pihak pemerintah disana tidak bersedia melakukan negosiasi kepada kelompok Abu Sayyaf sampai menjadikan warga negaranya sendiri menjadi korban pemenggalan oleh kelompok Abu Sayyaf. Jika mereka peduli sudah semestinya melakukan upaya terbaik agar jangan sampai warga negara mereka menjadi korban.

Sekarang dengan adanya korban yang dieksekusi oleh kelompok Abu Sayyaf pemerintah Indonesia perlu melakukan tindak antisipasi segera. Melakukan negosiasi atau melakukan operasi militer dengan meminta izin kepada pemerintah Filipina. Jangan sampai pemerintah diam dan menunggu, sehingga membuat 14 warga negara Indonesia menjadi korban kekejaman kelompok Abu Sayyaf.

About Wahyu Utama

Techism is an online Publication that complies Bizarre, Odd, Strange, Out of box facts about the stuff going around in the world which you may find hard to believe and understand. The Main Purpose of this site is to bring reality with a taste of entertainment

0 komentar:

Copyright © TERUTAMA ™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.