April 7, 2016

Ini Perilaku yang Tidak Patut Kita Tiru dari Siswi SMA yang Mengaku Anak Jenderal

Posted By: Wahyu Utama - Thursday, April 07, 2016

Share

& Comment

Terutama Spot – Kemarin (6/4/2016) media sosial dihebohkan dengan video dari siswi SMA yang diberhentikan petugas kepolisian karena mengendarai mobil melebihi kapasitas angkut. Siswi SMA yang diberhentikan tersebut tidak terima dengan hal tersebut, sehingga terjadilah adu mulut. Adu mulut pun sampai membuat siswi SMA tersebut mengaku bahwa dirinya adalah anak dari Irjen Pol Arman Depari.


Hal yang lucu pun terjadi, Irjen Pol Arman Depari mengkonfirmasi bahwa ia tidak memiliki anak perempuan dan kesemua anaknya adalah laki-laki. Kasus yang menghebohkan ini memberikan banyak pelajaran yang dapat kita ambil. Berikut perilaku siswi SMA yang mengaku anak jenderal yang tidak patut ditiru.

Tidak Mangakui Kesalahan

Petugas kepolisian memberhentikan mobil yang dia kendarai karena telah melebihi kapasitas angkut dan tujuannya tidak lain demi keselamatan mereka sendiri. Namun sikap baik petugas kepolisian tersebut tidak mendapat sambutan yang baik. Mereka tidak bersedia untuk diberhentikan pihak kepolisian dan mencari pembenaran dengan mengaku sebagai anak dari Irjen Pol Arman Depari.
Hal yang tidak mereka sadari adalah siapapun anda, anak siapapun anda, jika melakukan kesalahan tentu harus dikenakan hukuman. 

Arogan

 

Sikap yang ditunjukkan siswi SMA tersebut dengan beradu mulut mencari pembenaran dengan mengaku sebagai anak dari seorang jenderal menunjukkan bahwa dia memiliki sikap yang arogan. Dia berfikir bahwa dengan mengenal orang penting dan besar dia berada diatas angin dan dapat dengan mudah terbebas dari berbagai kesalahan. 

Jika memang benar ia mengenal orang besar dan penting seharusnya bukan sikap arogan yang ditunjukkan tapi sikap menghormati dan santun kepada siapapun. 

Kurang Ajar

 

Dengan berani untuk beradu mulut dengan pihak kepolisian meskipun telah melakukan kesalahan menunjukkan sikap yang kurang ajar dan tidak menghargai orang yang lebih tua.

Berbicara halus dan tidak meninggikan suara merupakan salah satu cara untuk menghormati orang yang lebih tua. Dengan sikap yang ditunjukkan siswi SMA tersebut yang beradu mulut dengan nada yang tinggi, jelas dia tidak memiliki sikap untuk menghormati orang yang lebih tua.

Peristiwa diatas jelas menggambarkan perilaku segelintir pemuda di Indonesia. Didikan orang tua dan lingkungan sekitar jelas membentuk anak memiliki sikap yang buruk terhadap orang disekitarnya. Belajar bersikap santun, menghargai orang yang lebih tua, dan berani mengakui kesalahan seharusnya sikap yang perlu ditempa sejak usia dini. Sehingga jangan sampai kita melihat perilaku buruk yang ditunjukkan anak Indonesia.

About Wahyu Utama

Techism is an online Publication that complies Bizarre, Odd, Strange, Out of box facts about the stuff going around in the world which you may find hard to believe and understand. The Main Purpose of this site is to bring reality with a taste of entertainment

0 komentar:

Copyright © TERUTAMA ™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.