April 7, 2016

Kerugian yang Dirasakan Nelayan Tekait Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

Posted By: Wahyu Utama - Thursday, April 07, 2016

Share

& Comment

Terutama Spot – Proyek reklamasi teluk jakarta yang rencananya akan dijadikan pulau buatan menimbulkan banyak masalah. Mulai dari kasus suap yang dilakukan oleh pengembang sampai kepada para nelayan yang berada disekitar proyek yang terancam kehilangan pekerjaan karena berjalannya proyek reklamasi teluk jakarta ini.

Kerugian yang Dirasakan Nelayan Tekait Proyek Reklamasi Teluk Jakarta
Nelayan


Para nelayan Muara Angke yang terbiasa menangkap ikan di pesisir pantai pun melayangkan protes kepada pemerintah DKI terkait dengan adanya proyek reklamasi teluk jakarta yang banyak merugikan mereka. Berikut ini merupakan kerugian yang dirasakan para nelayan akibat dari adanya reklamasi teluk jakarta.

Kesulitan Mendapatkan Ikan

Kerugian yang Dirasakan Nelayan Tekait Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

 

Nelayan sangat menggantungkan hidupnya dari hasil kekayaan laut berupa ikan-ikan. Dengan adanya proyek reklamasi teluk jakarta menjadikan daerah pesisir pantai kotor dan dangkal. Keadaan ini membuat ikan lari dan para nelayan yang menangkap ikan di daerah pesisir menjadi kesulitan untuk mendapatkan ikan untuk memenuhi hidup mereka.

Beralih Profesi

Penduduk disekitar muara angke sebagian besar berprofesi sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Banyaknya pendapatan nelayan sangat berbanding lurus dengan banyaknya ikan yang mereka tangkap dalam sehari. 

Dengan adanya proyek reklamasi teluk jakarta menjadikan mereka sangat sulit untuk mendapatkan ikan. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari berbagai cara harus dilakukan, salah satunya dengan beralih ke profesi yang lain. Banyak dari para nelayan yang mulai tidak lagi melaut dan beralih profesi menjadi buruh. 

Kehilangan Pekerjaan

Kehilangan pekerjaan merupakan resiko terberat yang dapat dialami oleh para nelayan muara angke terkait dengan adanya proyek reklamasi teluk jakarta. Pertama para nelayan kesulitan untuk mendapatkan ikan di pesisir pantai, sehingga cara yang dapat mereka lakukan jika tetap ingin menjadi nelayan adalah dengan berlayar lebih jauh lagi dari pantai untuk menangkap ikan. Hal ini tentu akan sulit untuk dilakukan karena para nelayan membutuhkan modal yang lebih besar lagi dari sebelumnya untuk bahan bakar kapal mereka dan juga keahlian mereka untuk melaut ke lautan yang lebih jauh dirasakan masih kurang memadai. 

Kedua, disaat mereka tidak dapat melaut. Maka pilihan selanjutnya adalah dengan beralih profesi ke pekerjaan yang lain. Namun mengubah profesi dari nelayan menjadi profesi yang lain tidaklah mudah. Mereka perlu memiliki keahlian agar dapat bekerja pada profesi yang lain tersebut. Tanpa keahlian mereka hanya akan menjadi buruh serabutan saja. Hal ini tentu berimbas pada kesejahteraan hidup mereka dan keluarga nya.

Pemerintah seharusnya memiliki banyak pertimbangan sebelum menjalankan proyek reklamasi teluk jakarta. Dengan melihat kerugian yang banyak dirasakan masyarakat, khususnya para nelayan pesisir pantai membuat kesejahteraan hidup mereka semakin rendah. Pemerintah DKI seharusnya memahami hal ini, sehingga jangan sampai para masyarakat biasa kehilangan pekerjaan akibat adanya proyek reklamasi teluk jakarta ini.

About Wahyu Utama

Techism is an online Publication that complies Bizarre, Odd, Strange, Out of box facts about the stuff going around in the world which you may find hard to believe and understand. The Main Purpose of this site is to bring reality with a taste of entertainment

0 komentar:

Copyright © TERUTAMA ™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.