May 16, 2016

3 Modus Kunjungan Kerja Fiktif Anggota DPR

Posted By: Wahyu Utama - Monday, May 16, 2016

Share

& Comment

Terutama Spot – Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebutkan adanya beberapa modus yang sering dilakukan anggota DPR untuk mengakali kunjungan kerja yang mereka lakukan. Kunjungan kerja fiktif dilakukan agar anggaran yang sebenarnya diperuntukkan untuk melakukan kunjungan kerja dapat masuk ke dalam kantung pribadi. Bahkan BPK sebelumnya pernah menyebutkan bahwa terdapat kerugian negara lebih dari 900 Milyar Rupiah dalam kunjungan kerja perorangan anggota DPR. 

Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja modus yang dijalankan oleh para anggota DPR untuk mengakali kunjungan kerja, Berikut ini 3 modus kunjungan kerja yang dilakukan anggota DPR.

Kunjungan Kerja, DPR RI, Fiktif
Sumber Gambar singindo.com


Mengurangi Waktu Kunjungan Kerja

Cara pertama yang dilakukan anggota DPR untuk membuat kunjungan kerja fiktif adalah dengan mengurangi waktu kunjungan kerja, jadi apabila yang seharusnya kunjungan kerja itu selama 2 minggu tapi dalam kenyataannya hanya dilakukan selama 4 hari, selanjutnya kuitansi yang ditulis tetap selama 2 minggu. Sehingga uang yang dianggarkan untuk tujuan melakukan kunjungan kerja masuk kedalam kantung pribadi.

Tidak ada Kunjungan Kerja Sama Sekali

Cara yang kedua ini merupakan cara yang benar- benar buruk untuk dilakukan sebagai modus kunjungan kerja fiktif. Dimana sebenarnya kunjungan kerja tersebut tidak pernah dilakukan oleh mereka namun mereka punya kuitansi pembayaran hotel, boarding pass, dan yang lainnya. Uang yang dianggarkan untuk kunjungan kerja itu pun masuk ke kantung pribadi bukan untuk kunjungan kerja.

Adanya Kongkalikong Dengan Pihak Hotel

Disaat melakukan kunjungan kerja, cara yang dilakukan untuk mengakali agar uang kunjungan kerja tersebut masuk ke kantung pribadi mereka adalah dengan adanya kongkalingkong dengan pihak hotel. Dimana mereka bekerja sama untuk membuat kuitansi penginapan fiktif yang sebenarnya tidak pernah ada.
Peristiwa yang terjadi seperti diatas menjadikan semakin buruknya citra DPR dimata masyarakat. 

Penutup

Kepercayaan masyarakat kepada wakil rakyat terus menerus berkurang seiring dengan munculnya perilaku tidak terpuji anggota DPR. Terpilihnya anggota DPR di kursi parlemen menandakan bahwa rakyat memberikan kepercayaan kepada kalian untuk menjadi wakil rakyat untuk menyuarakan suara rakyat. Jika anggota DPR tidak mampu memegang kepercayaan rakyat, maka jangan salahkan rakyat jika rakyat tidak lagi percaya kepada anggota DPR.

About Wahyu Utama

Techism is an online Publication that complies Bizarre, Odd, Strange, Out of box facts about the stuff going around in the world which you may find hard to believe and understand. The Main Purpose of this site is to bring reality with a taste of entertainment

0 komentar:

Copyright © TERUTAMA ™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.