August 23, 2016

2 Cara Mudah Untuk Berhenti Merokok

Posted By: Wahyu Utama - Tuesday, August 23, 2016

Share

& Comment

Terutama Spot – Usulan harga rokok menjadi 50 ribu menuai pro dan kontra di masyarakat. Usulan ini dilakukan agar para perokok mulai berhenti dari kecanduan merokok. 

Sebuah studi pun dilakukan dan mengungkapkan bahwa dengan naiknya harga rokok menjadi dua kali lipat dari sebelumnya akan membuat para perokok berhenti merokok. Usulan ini pun dilakukan dengan tujuan agar rokok tidak mudah didapat dan dikonsumsi oleh anak dibawah umur.

Bagaimana dengan anda sendiri ???

Setuju atau tidak dengan usulan diatas ??

Usulan diatas bertujuan positif agar para perokok dapat lebih memperhatikan kesehatan mereka dan anak-anak dibawah umur tidak mudah untuk mendapatkan rokok dan mengonsumsinya.

Untuk para perokok yang kesulitan untuk berhenti merokok, berikut cara-cara yang dapat dilakukan agar dapat membiasakan diri tidak merokok.
Cara Berhenti Merokok
Berhenti Merokok via dokita.co


Penyebab Kita Merokok


Lingkungan Sekitar

Teman bergaul sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku seseorang. Jika sebagian besar teman mereka merokok, maka kemungkinan seseorang untuk ikut merokok sangatlah besar.

Sekarang tergantung diri kita pribadi,

ingin dipengaruhi oleh lingkungan atau tidak.

Jika tidak ingin dipengaruhi oleh lingkungan yang sebagian besar merokok, maka kuatkan mentalitas didalam diri sendiri. Pahami dampak buruk dari kebiasaan merokok dan dampak kesehatan yang akan terjadi.

Ingin Mencoba

Ingin mencoba hal baru biasanya terjadi pada saat usia remaja, dimana besarnya rasa keingintahuan mereka akan suatu hal.

Salah satunya adalah keinginan untuk mencoba merokok.

Mereka mulai berfikir seperti apa rasanya saat merokok, bagaimana cara merokok, dan hal menarik apa yang akan didapatkan dari rokok tersebut.

Dari rasa ingin tahu berlanjut pada tindakan untuk mencoba-coba,

mulailah diam-diam merokok agar tidak diketahui oleh orang tua. 

Dengan mencoba untuk merokok akhirnya mulai timbul rasa kecanduan dan sulit untuk melepaskan diri dari rokok.

Orang Tua yang Merokok

Faktor selanjutnya yang juga berperan besar sehingga seseorang merokok adalah orang tua mereka yang juga merokok.

Disaat ada orang tua yang merokok didalam rumah tangga dan kebiasaan tersebut dilihat oleh anak-anak mereka, maka kemungkinan anak tersebut akan mencontoh sangat besar,
karena seseorang anak merupakan pencontoh yang baik terhadap setiap perilaku orang tuanya. 

Disaat orang tua perokok mengajarkan anak mereka untuk tidak merokok, maka hasilnya adalah nol besar.
Ucapan dan tindakan yang tidak selaras tidak akan mudah dituruti oleh anak. Mereka lebih cenderung mengikuti apa yang dilakukan daripada apa yang dikatakan oleh orang tua.

Maka dari itu, jika ingin mengajarkan kebaikan kepada anak-anak dahulukan untuk memberi contoh daripada hanya berupa kata-kata nasihat yang tidak dilakukan oleh diri sendiri.

2 Kunci Untuk Berhenti Merokok


Dapat Uang Tambahan

 

Merokok bukanlah sebuah kebutuhan pokok, jadi rokok bukanlah sebuah barang yang harus dipenuhi oleh seseorang untuk kelangsungan hidupnya. Jadi untuk berhenti merokok itu sangatlah mungkin dan bisa untuk dilakukan oleh semua orang.

Pikirkan jika kita berhenti merokok dan biaya yang sebelumnya digunakan untuk membeli rokok tersebut dapat digunakan untuk ditabung atau berinvestasi.

Contoh kasusnya seperti ini,

rata-rata orang menghabiskan rokok sebanyak satu bungkus dalam sehari dengan harga Rp 20.000. 

Sehingga dalam satu bulan orang tersebut telah mengeluarkan Rp 600.000 hanya untuk mengonsumsi rokok yang dampaknya justru merugikan diri sendiri dari segi kesehatan.

Jika pola pikir diubah,

uang Rp 600.000 sebulan sudah bisa digunakan untuk membeli emas 1 gr dan jika kita rutin menyisihkan Rp.600.000 untuk dibelikan emas maka dalam satu tahun kita telah memiliki emas sebanyak 12 gr yang nilainya lebih dari Rp. 7.000.000.

Dan yang lebih penting dari hal diatas harga emas senantiasa naik dari tahun ke tahun bukan sebaliknya.

Bagimana ???

Dengan sedikit mengubah sudut pandang, kita dapat memiliki lebih banyak simpanan untuk masa depan dan tentunya kesehatan kita terjaga dari pengaruh buruk rokok.

Kesehatan Keluarga dan Anda Sendiri

 

Apakah anda sangat menyayangi keluarga anda ?

Apakah anda rela salah satu anggota keluarga terkena dampak dari rokok yang anda hisap dirumah ?

2 pertanyaan tesebut harus dipikirkan dengan baik oleh orang-rang yang masih kesulitan untuk berhenti dari merokok.

Perhatikan hasil survei berikut, 
 


Dengan jumlah kematian per tahun akibat rokok sebanyak 405.720 di Indonesia, anda masih yakin untuk merokok ?

Bagaimana jika dari jumlah tersebut salah satunya adalah anggota keluarga anda yang menjadi perokok pasif akibat anda menjadi perokok dirumah ?

Hal yang lebih penting lagi adalah bagaimana jika anda sendiri yang meninggal dan anda adalah kepala keluarga yang harus menafkahi anak-anak dan istri anda.

Bagimana nasib mereka yang anda tinggalkan ?

Bagaimana nasib sekolah anak-anak anda ?

Siapa yang akan menafkahi hidup mereka ?

Pada bagian ini saya hanya ingin mengajukan banyak pertanyaan kepada para peroko dengan harapan jawaban bijak dapat anda tentukan dan pilih sendiri mana yang terbaik.

Bijaklah Dalam Bertindak

Orang lain tidak memiliki hak untuk melarang anda untuk berhenti dari kebiasaan merokok. Anda sendirilah yang berhak menentukan mana yang terbaik bagi diri anda dan keluarga.

Pikirkan dengan seksama dan bijaklah dalam membuat keputusan.

Anda sudah mengetahui apa manfaatnya jika anda berhenti untuk merokok dan apa dampaknya bagi anda jika anda masih merokok.

Putuskan sekarang. . .

Berhenti merokok atau melanjutkan kebiasaan merokok.

About Wahyu Utama

Techism is an online Publication that complies Bizarre, Odd, Strange, Out of box facts about the stuff going around in the world which you may find hard to believe and understand. The Main Purpose of this site is to bring reality with a taste of entertainment

0 komentar:

Copyright © TERUTAMA ™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.