January 5, 2017

Pernahkah Anda Melakukan 3 Hal Ini untuk Menjaga Anak Perempuan dari Kekerasan Seksual ?

Posted By: Wahyu Utama - Thursday, January 05, 2017

Share

& Comment

Terutama Spot - Kekerasan terhadap anak dan perempuan saat ini sudah sangat marak terjadi di Indonesia. Data dari Komnas Perempuan menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan telah meluas dari sisi pola, bentuk, dan angka.

Catatan Tahunan 2016 dari Komnas Perempuan menunjukkan fakta bahwa kasus kekerasan seksual pada tahun 2015 di ranah personal telah meningkat dibandingkan dengan tahun 2014 yakni 11.207 kasus.

Kekerasan Seksual, Kekerasan pada Anak, Gerakan Three Ends, HAM Anak,
Kekerasan Pada Anak via www.pdskji.org

Semakin banyak dan meluasnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak boleh terus kita biarkan. Setiap lapisan masyarakat perlu melakukan tindakan untuk dapat mencegah bertambahnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Untuk mencegah bertambahnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak inilah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) membuat sebuah gerakan yang diberi nama Three Ends.

Gerakan Three Ends merupakan gerakan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, serta ketidakadilan akses ekonomi begi perempuan.

Sekarang mari kita fokuskan tulisan ini tentang cara-cara untuk mengakhiri kekerasan pada anak-anak. 3 cara dibawah ini merupakan cara yang mudah untuk diterapkan namun sering kali diabaikan oleh sebagian besar orang tua.

Baca Juga :

Dampingi Anak Anda Kemana pun dan Dimana pun

Mendampingi anak, Kekerasan Seksual pada anak, HAM anak
Mendampingi anak Via mediaislamia.com

Para orang tua sering kali melupakan satu hal ini, mendampingi anak saat mereka berpergian.

Kasus kekerasan seksual yang terjadi kepada anak perempuan banyak dikarenakan tidak adanya pengawasan orang tua terhadap anak perempuannya.

Anak perempuan dibiarkan pulang larut malam tanpa adanya kakak ataupun saudara yang mendampingi mereka. Mereka juga dibiarkan untuk pergi ketempat-tempat yang sepi dan rawan akan tindakan kejahatan. 

Bahkan yang sering kali diabaikan adalah orang tua tidak memberikan pengawasan terhadap aktivitas anak perempuan mereka saat di sosial media. Padahal dari sosial media pula lah banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak bermunculan.

Pendampingan itu Perlu !!

Jangan jadikan alasan kesibukan kerja menjadikan para orang tua tidak peduli dengan anak perempuannya.
Bukankah seorang anak merupakan harta yang sangat bernilai bagi setiap orang tua ??

Jika memang seorang anak merupakan harta orang tua yang sangat berharga, maka perlakukanlah mereka layaknya harta yang sangat berharga.

Sisihkan waktu untuk mengawasi teman-teman mereka di sosial media dan sempatkan diri untuk mendampingi anak perempuan saat mereka beraktivitas.

Ajarkan Mereka Bela Diri 


Mengajarkan anak untuk berlatih bela diri merupakan cara kedua yang banyak diabaikan oleh banyak orang tua.

Hal yang lebih parah terjadi disaat orang tua tidak bisa mendampingi disaat anaknya pergi dan tidak memberikan bekal untuk anak mereka dengan ilmu bela diri.

Kemudian banyak yang berkata, bukankah ilmu bela diri itu kasar dan tidak cocok dengan anak perempuan ??

Ingat ini,  terkadang kita perlu untuk membiasakan anak perempuan kita dengan ilmu yang terlihat kasar namun mampu untuk menjaga diri dan kehormatan mereka sebagai perempuan.

Dengan ilmu bela diri, berarti anak perempuan kita mampu mengantisipasi jika ada orang yang berani berbuat tidak pantas kepada mereka.

Yang artinya, para orang tua akan lebih berkurang rasa cemas dan khawatir saat tidak bisa mendampingi anak perempuan mereka pergi.

Ajarkan Mereka untuk Berani Bicara dan Terbuka

 
Anak Mau Terbuka via health.kompas.com


Kasus kekerasan seksual terhadap anak banyak yang lama teratasi karena para korbannya tidak berani untuk melaporkan perbuatan tersangka.

Hal ini dikarenakan ancaman yang dilakukan tersangka kepada para pelaku kekerasan seksual membuat para korbannya takut untuk berbicara.

Katakan kepada anak anda untuk senantisa terbuka dan berani untuk bicara kepada orang terdekatnya, terutama kepada orang tua.

Dengan keterbukaan, para orang tua akan mengetahui apa saja yang dilakukan anak mereka sepanjang hari dan juga dari keterbukaan inilah para orang tua mampu mengantisipasi jika ada hal yang ganjil terjadi kepada anak-anak.

Jangan memberikan batasan kepada anak-anak untuk menceritakan hal-hal yang ditemuinya setiap hari. Ajak mereka untuk berbagi dan bercerita kepada orang terdekat tentang apapun.

Dengan kebiasaan ini, anak-anak bukan hanya menjadi lebih dekat dengan para orang tua, tetapi juga dapat mengantisipasi tindak kekerasan seksual yang senantiasa mengintai anak-anak.

About Wahyu Utama

Techism is an online Publication that complies Bizarre, Odd, Strange, Out of box facts about the stuff going around in the world which you may find hard to believe and understand. The Main Purpose of this site is to bring reality with a taste of entertainment

2 komentar:

Riza Alhusna said...

Paling penting itu terbuka sama anak, sehingga anak juga terbuka dengan kita. Jadi kalo ada apa-apa dia mau cerita sama kita. Hal-hal yang negatif bisa diminimalisir dengan kedekatan kita dengan anak.

Wahyu Utama said...

siap. setuju sama pendapatnya mas.
Kedekatan dengan anak memang sangat penting.

Copyright © TERUTAMA ™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.